Kelainan jantung pada thyrotoxicosis mula-mula digambarkan oleh PERRY pada tahun 1825. Ia menemukan tanda-tanda palpitasi, aritmi dan pembesaran jantung pada beberapa penderita thyrotoxicosis. Thyrotoxicosis / Thyroid Storm (Keracunan hormon tiroid ) adalah terjadinya kemunduran fungsi organ yang mengancam jiwa akibat peningkatan dari hormon tiroid. Tirotoksikosis merujuk pada sindrom klinis hipermetabolik akibat peningkatan serum kadar hormon tiroid, khususnya tiroksin bebas (T4) dan / atau triiodothyronine (T3).

Krisis tiroid adalah kondisi hipermetabolik yang mengancam jiwa dan ditandai oleh demam tinggi dan disfungsi sistem kardiovaskular, sistem saraf, dan sistem saluran cerna. Awalnya, timbul hipertiroidisme yang merupakan kumpulan gejala akibat peningkatan kadar hormon tiroid yang beredar dengan atau tanpa kelainan fungsi kelenjar tiroid. Ketika jumlahnya menjadi sangat berlebihan, terjadi kumpulan gejala yang lebih berat, yaitu tirotoksikosis. Krisis tiroid merupakan keadaan dimana terjadi dekompensasi tubuh terhadap tirotoksikosis tersebut. Tipikalnya terjadi pada pasien dengan tirotoksikosis yang tidak terobati atau tidak tuntas terobati yang dicetuskan oleh tindakan operatif, infeksi, atau trauma.

Istilah Penyakit Jantung Thyrotoxic (PJT) mula-mula diusulkan oleh LEVIN dan STRGIS pada tahun 1924. Walaupun demikian hubungan antara hipersekresi hormon thyroid dan kelainan jantung belum begitu jelas sampai saat ini. Yang jelas pada thyrotoxicosis ditemukan adanya peninggian cardiac output disertai penggunaan oxygen berlebihan yang dapat membebankan pekerjaan jantung.

Beberapa peneliti menganggap PJT adalah suatu penyakit jantung yang murni, diakibatkan kelebihan hormon thyroid. Sebagian lain berpendapat bahwa suatu penyakit jantung lain mendahului atau bersamaan dengan PJT ; keadaan thyrotoxicosis mempermudah atau mempercepat munculnya gejala-gejala kelainan jantung.
BACA KELANJUTANNYA….
Penyakit jantung tirotoksik : pengobatan dan diagnosa.