Cara Praktis Beternak Ayam Kampung

Potensi peternakan ayam kampung untuk memenuhi kebutuhan daging masih sangat menjanjikan. Yang menjadi kendala adalah kemampuan produksi ayam kampung masih rendah dibanding dengan produksi ayam ras. Apabila pengelolaan peternakan ayam kampung digarap secara intensif, kemampuan produksinya bukan mustahil bisa ditingkatkan.

Idealnya dalam satu peternakan untuk usaha agribisnis ini, populasi awal cukup sekitar 100-200 ekor. Prinsipnya sebelum mengelola peternakan sebaiknya dilakukan studi kelayakan terlebih dahulu. Bisa juga melakukan survey ke peternak yang sudah berhasil.

Usaha peternakan ayam kampung bisa menjadi sumber penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, tentunya kalau dirancang dan dikelola dengan perencanaan yang cukup baik. Yang pasti usaha ini perlu ketekunan dan pelaksanaannya harus disesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitar.

  1. Cara Pemeliharaan
    1. Cara Madya/ Semi Intensif

      Pola ini dilakukan dengan pemeliharaan induk jantan dan betina bersama dalam satu kandang ren. Pada sistem ini pakan harus diberikan secara teratur, berupa campuran pakan buatan dan dedak dengan perbandingan 1 : 4. Kekuranagan unsur menu dalam ransum dilengkapi sendiri oleh ayam dengan cara mencari pakan tambahan yang ada desekitarnya.

      Siklus reproduksi ayam pada pemeliharaan semi intensif bisa dibantu tangan manusia. Caranya dengan membatasi waktu mengasuh anak. Siklus reproduksi ini berlangsung selama 90 hari. Rinciannya, dengan masa bertelur 20 hari, mengeram 21 hari, masa mengasuh anak 39 hari dan masa istirahat 10 hari.

    2. Pemeliharaan Anak Ayam

      Anak ayam umur 1 hari -4 minggu dipelihara dalam boks pembesaran, yang disesuaikan dengan populasi anak ayam. Dalam 1 berisi 50 ekor untuk anak ayam umur 1-7 hari. Anak ayam umur 8-14 hari, populasinya dikurangi menjadi 40 ekor,umur 15-21 populasi 30 ekor dan sampai umur 30 hari menjadi 20 ekor per m. Untuk sumber pemanas dapat dibuatkan panas buatan 15 watt dan setelah anak ayam berumur 30 hari, pemanas tersebut tidak diperlukan lagi, karena anak ayam sudah dapat beradaptasi dengan lingkungan. Selanjutnya ayam dipelihara dalam kandang dengan kepadatan 15 ekor per .

       

    3. Pemeliharaan Anak Ayam Remaja

      Ayam kampung bisa disebut ayam remaja, apabila telah berumur 3 bulan. Pada masa dara/ remaja, ayam mempunyai konversi pakan yang meningkat, sebab sebagian besar pakan digunakan untuk pertumbuhan daging ( otot ). Tetapi konversi lemak juga meningkat, maka ayam remaja mulai menimbun lemak di bawah kulitnya. Oleh karena itu peternak tidak boleh memberikan pakan yang mengandung lemak yang berlebihan, yang menyebabkan ayam menjadi gemuk dan tidak baik bagi ayam yang dijadikan ayam petelur.

      Ayam remaja dapat diberikan pakan berupa pakan butiran ( crumble ), karena organ pencernaan sudah mulai berkembang dengan baik. Pemberian pakan ayam remaja dilakukan 2 kali sehari, yakni pukul 06.00 dan pukul 15.00. Vitamin dan obat anti stress tetap diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh serta memperkecil pengaruh-pengaruh perubahan lingkungan terhadap proses-proses fisiologi tubuh ayam tersebut.

    4. Pemeliharaan Ayam Dewasa

      Ayam kampung pertama kali bertelur pada umur 7-8 bulan. Pada umur ini ayam harus segera dipindahkan kedalam kandang dewasa, lebih baik dalam bentuk individu atau berkelompok dan dipelihara secara lebih intensif. Dewasa ini, sebagian peternak ayam buras lebih menginginkan hasil telur dari pada daging, maka faktor yang mempengaruhi produksi telur harus diketahui. Ayam yang sudah tidak produktif biasanya segera dijual.

       

  2. Pakan Ayam

    Untuk pakan ayam 1-30 hari, pakan yang digunakan berupa ransum starter. Selain mengandung kadar protein tinggi, ransum ini juga berisi vitamin dan mineral lengkap. Sedangkan ayam umur di atas 30 hari pakan yang diberikan berupa bitiran dan dapat pula berupa campuran berbagai bahan pakan. Berikut ini pakan alternatif ayam kampung yang dapat dibuat sendiri dari berbagai jenis bahan yang ada disekitar atau yang mudah diperoleh disekitar kita.

    1. Alternatif 1, yakni singkong dicacah, dedak, tepung ikan, tepung kerang, ampas tahu (semua bahan direbus kemudian dicampur dengan jagung pipilan)
    2. Alternatif 2, yakni: singkong dicacah, dedak, tepung ikan, tepung kerang, ampas tahu, jagung pipilan (semua bahan direbus kemudian dicampur dengan gabah)
    3. Alternatif 3, yakni: singkong dicacah, dedak, tepung ikan, tepung kerang, ampas tahu, jagung pipilan (semua bahan direbus dicampur dengan beras menir)

       

  3. Penyakit Ayam

     

    Berikut ini beberapa jenis penyakit ayam yang umumnya sering merugikan usaha peternakan, antara lain sebagai berikut:

    1. Tetelo/ND : gejalah sesak nafas, ngorok, pada anak ayam jalan sempoyongan dan sering mundur dan paruh sukar mematuk. Hingga saat inibelum ada obat yang efektif.
    2. Sesak nafas kronis/ CRD : lubang hidung keluar lendir, muka bengkak, batuk dan nafas ngorok. Pengobatan: streptomycin, coccilin kapsul, spiromycin dan penstrep.
    3. Berak kapur/pullorum : bergerombol di bawah lampu, mengantuk, sayap terkulai, kotoran cair keputihan. Pengobata: streptomycin, coccilin kapsul, spiromycin dan penstrep.
    4. Berak darah/coccdiosis : mengantuk, sayap terkulai, bulu kusut dan kasar, pada ayam dewasa kulit pucat, kotoran berwarna merah cair. Pengobatan: pemberian coccidiostat hingga sembuh.
    5. Pilek ayam/Snot
    6. Cacar ayam/Fowl Fox
    7. Kolera/(fowl cholera)