Paradigma Sehat

 

Sehat adalah suatu keadaan sejahtera badan, jiwa dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social ekonomi (UU Kesehatan nomor 23 tahun 1992)

 

Paradigma sehat adalah kebijakan pembangunan kesehatan yang lebih mengutamakan pelayanan yang bersifat promotif-preventif.

 

Adapun inti dari paradima sehat mencakup tiga prinsip pokok, yaitu:

  1. Pembangunan nasional yang dilaksanakan harus berwawasan kesehatan.
  2. Upaya kesehatan yang lebih diutamakan adalah upaya promotif dan preventif.
  3. kelompo sasaran yang lebih diutamakan adalah kelompok masyarakat yang sehat.

 

Dari ketiga prinsip pokok diatas, untuk mewujudkan pembangunan kesehatan dengan paradigma sehat, diperlukan setidaknya 2 pedoman, antara lain:

  1. Berupaya mendorong peran serta sektor lain dalam pembangunan kesehatan.
  2. berupaya untuk lebih meningkatkan efektivitasdan efisiensi upaya kesehatan.

 

Paradigma sehat menurut H.L.Blum, ada empat faktor utama yang menentukan derajat kesehatan masyarakat di suatu wilayah, yaitu faktor genetik, pelayanan kesehatan perilaku masyarakat dan lingkungan. Sedangkan menurut Gordon dan Le Richt, terwujudnya kesehatan ipengaruhi oleh penjamu (host), bibit penyakit (agent), dan lingkungan.

 

Dalam paradigma sehat tindakan promotif-preventif lebih ditekankan karena ada lebih banyak orang yang sehat dibandingkan dengan orang yang sakit ( sekitar 80%) dan juga tindakan preventif jauh lebih murah dibandingkan dengan pengobatan dan rehabilitasi pada orang yang sakit.

 

Tindakan preventif atau pencegahan dipelajari dalm ilmu kedokteran pencegahan (Winslow 1920), yaitu ilmu dan keterampilan untuk mencegah penyakit, memperpanjang usia hidup, memelihara kesehatan jasmani dan rohani serta meningkatkan efisiensi, adapun tujuannya untuk menciptakan positive health (mencegah timbulnya penyakit dan mewujudkan keadaan sehat yang optimal).

 

Pencegahan penyakit, atau tindakan preventif, dibagi dalam lima tingkat dan dilakukan sesuai tahap perkembangan penyakit:    

  •     Tahap prepathogenesa, dilakukan ketika host dalam keadaan sehat

: Primary Prevention

1. Health Promotion

2. Specific protection

  • Tahap pathogenesa, dilakukan ketika host dalam keadaan sakit

:Secondary prevention

3. early diagnosis and prompt treatment

4. Disability of Limitation

Tertiary prevention 

5. Rehabilitation

 

Adapun program yang ditentukan pemerintah untuk mewujudkan paradigma sehat adalah visi Indonesia Sehat 2010. Indonesia Sehat 2010 adalah gambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku yang sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

 

Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan misi Pembangunan Kesehatan sebagai berikut:

  1. Menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan.
  2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
  3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau.
  4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya.

Untuk melaksanakan misi demi terwujudnya visi Indonesia Sehat 2010, diperlukan strategi agar hasilnya dapat maksimal, yaitu:

  1. Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan
  2. Profesionalisme
  3. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM)
  4. Desentralisasi

 

Sesuai dengan makna Indonesia Sehat 2010, maka penduduk Indonesia harus hidup dalam lingkungan yang sehat dan berperilaku hidup sehat.

Lingkungan Sehat

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesehatan lingkungan dengan menurunkan infectious agent,
pencemaran air minum dan air permukaan, menurunkan pencemaran udara, air dan tanah, meningkatkan pengelolaan limbah rumah tangga dan industri.

Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dua program dasar yaitu program pemukiman sehat (rumah sehat) dan program air dan udara sehat.

Perilaku Hidup Sehat

Adalah tindakan yang dilakukan oleh perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat yang sesuai dengan norma-norma kesehatan untuk memperoleh derajat kesehatan yang optimal, menolong dirinya sendiri dan berperan serta aktif untuk pembangunan kesehatan

Yang menjadi tujuannya adalah membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat bagi perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat umum sehingga dapat memberikan dampak yang bermakna terhadap derajat kesehatan.

Yang termasuk perilaku hidup sehat adalah:

  • Kesehatan Ibu dan Anak
    • Ibu hamil memerikasakan kandungannya secara teratur, minimal 4 kali selama masa kehamilan ke sarana pelayanan kesehatan dan makan pil penambah darah setiap hari.
    • Sedangkan ibu yang bersalin melakukan persalinannnya di sarana kesehatan atau tenaga kesehatan (misalnya bidan).
    • Setiap ibu diharapkan dapat memberikan ASI eksklusif pada bayinya dan membawa bayi dan balitanya ke Posyandu atau sarana kesehatan untuk memantau pertumbuhan dan perkemangannya.
  • Gizi dan Makanan
    • Makanan bervariasi dengan gizi seimbang
    • Mengkonsumsi garam beryodium
    • Ibu hamil agar menambah makanan yang mengandung zat besi
    • Menjaga kebersihan makanan
  • Gaya Hidup
    • Berolahraga teratur
    • Tidak merokok, minum minuman keras, dan obat berbahaya
    • Menyadari bahaya PMS dan berupaya ikut menanggulanginya
  • Higiene dan Sanitation
    • Buang air pada jamban
    • Menggunakan air bersih dan memasak air yang akan diminum
    • Cuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar
  • Peran Serta Masyarakat
    • Ibu hamil dan balita mengikuti imunisasi lengkap
    • Memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan
    • Menjadi peserta Dana Sehat untuk menuju ke JPKM
    • Melakukan kesehatan mandiri

 

Sarana pelayanan kesehatan yang ada dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu dari masyarakat itu sendiri dan dari pemerintah. Dari masyarakat, sebagai peran aktif masyarakat adalah Posyandu, Dana Sehat, dan Balai Obat Desa, dan yang berasal dari pemerintah dalah Puskesmas dan Rumah Sakit Umum.

 

POSYANDU ( Pos Pelayanan Terpadu)

  • Merupakan salah satu jenis usaha kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKMB), disamping Toga, Pos UKK, Polindes, dan Dana Sehat.
  • Kader posyandu dibina oleh Ketua PKK, dan LKMD/K yang dibantu oleh PKK inilah yang mengelola Posyandu.
  • Setiap RW membina minimal satu posyandu, diselenggarakan sekali sebulan, dikelola oleh 5 kader posyandu, dan didampingi petugas lapangan dari sektor kependudukan /KB, pemda, pertanian, kesehatan, dll.
  • Kegiatan posyandu merupakan keterpaduan antara program KB-Kes-Gizi (pelayanan KB, KIA, imunisasi, penanggulangan diare, dan perbaikan gizi) dan sektor kependudukan, pemerintahan, pertanian, dll.
  • Adapun perangkat pelakasanaan kegiatan posyandu, adalah sebagai berikut:

Tenaga 

: 

kader posyandu 

Dana 

: 

iuran, hibah, usaha 

Sarana 

: 

timbangan, kms, alat tulis 

Metode (sistem lima meja) 

: 

pendaftaran (meja 1)

bumil, buteki dan ibu balita menyreahkan KMS pada kader untuk dicatat namanya pada buku catatan dan menyrahkan kertas kosong untuk mencatat hasil penimbangan balita/bumil/buteki

   

penimbangan (meja 2)

setelah ditimbang, kader mencatat hasilnya pada kertas kosong yang diberikan tadi, dan mempersilahkan menuju meja 3

   

pencatatan (meja 3)

hasil penimbangan tadi dicatat kembali dalam buku register dan dibuatkan grefik pada KMS, kertas tadi kemuadian diarsipkan 

   

penyuluhan (meja 4)

penyukuhan perorangan yang disesuaikan dengan masalah yang nampak pada KMS

   

pelayanan (meja 5)

pemberian imunisasi/ PMT Balita, ANC bumil, TT, Fe, KB buteki

Sasaran 

: 

balita, pasangan usia subur, wanita usia subur, ibu hamil, ibu menyusui 

 

Berdasarkan jumlah kader, jumlah kegiatan pertahun serta sumber dana kegiatan, posyandu dibagi dalam empat peringkat yaitu pratama, madya, purnama, dan mandiri.

 

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)



Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Puskesmas wajib menetapkan prinsip koordinasi dan sinkronisasi yang baik dalam lingkungan puskesmas sesuai dengan tugasnya masing-masing. Kepala Puskesmas wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk-petunjuk atasan serta mengikuti bimbingan teknis pelaksanaan yang ditetapkan oleh Kadinkes Dati II, sesuai perundang-undangan yang berlaku. Dan kepala puskesmas bertanggung jawab memimpin, mengkoordinasi semua unsur dalam lingkungan puskesmas, memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas masing-masing bawahannya.

Setiap unsur di lingkungan puskesmas wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dari dan bertanggung jawab kepada kepala puskesmas.

Dan hal-hal yang menyangkut tata hubungan dan koordiansi dengan instansi vertikal Depkes RI.

Adapun secara ringkas uraian tugas tiap unsur puskesmas sebagai berikut :

Kepala Puskesmas

mempunyai tugas pokok dan fungsi : memimpin, mengawasi dan mengkoordinir kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan struktural dan jabatan fungsional

Kepala Urusan Tata Usaha

Tugas pokok dan fungsinya adalah di bidang kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan

Unit I

Melaksanakan kegiatan Kesejahteraan Ibu dan Anak, KB dan Perbaikan Gizi

Unit II

Melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit, khususnya imunisasi, kesehatan lingkungan dan laboratorium

Unit III

Melakasanakan kegiatan Keshatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Tenaga Kerja dan Lansia

Unit IV

Melaksanakan kegiatan Perawatan Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Sekolah dan Olahraga, Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mata, dan kesehatan khusus lainnya

Unit V

Melaksanakan kegiatan di bidang pembinaan dan pengembangan upaya kesehatan masyarakat dan Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

Unit VI

Melaksanakan kegiatan pengobatan R awat Jalan dan Rawat Inap (Puskesmas Perawatan)

Unit VII

Melaksanakan pengelolaan Farmasi

 

  • Susanto Aris, Azalia Arief, Hidayat Dan, Tumilisar Diana, Susanto Djap Hadi, Tirtawidjaja Irwandy, et all. Paradigma sehat menuju Indonesia Sehat 2010. Jakarta: FK Ukrida 2007.
  • Depkes RI. Pedoman Kerja Puskesmas Jilid I.Jakarta. 1990.
  • Susanto Aris. Materi Kuliah Posyandu.Jakarta: FK Ukrida.2007.

Ringkasan Mata Kuliah

Paradigma Sehat


 

 

 

 

 

 

 

Oleh

Vithari Anna Sarambu

10-2007-144

 

 

 

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

2007