INFEKSI SALURAN KENCING (ISK) PADA ANAK

Diagnosis Banding atau penyakit yang mirip dengan ISK pada anak

  • Pielonefritis akut

    Pielonefritis (infeksi traktus urinarius atas) merupakan infeksi bakteri pada piala ginjal, tubulus dan jaringan intertisial dari salah satu atau kedua ginjal. Bakteri mencapai kandung kemih melalui uretra dan naik ke ginja.Meskipun ginjal menerima 20% sampai 25% curah jantung bakteri jarang mencapai ginjal melalui aliran darah dan kasus penyebaran secara hematogen kurang dari 3 %. Pielonefritis akut biasanya terjadi akibat infeksi kandung kemih secara asendens. Pielonefritis akut biasanya memperihatkan gejala, antara lain:

    • Demam
    • Menggigil
    • Nyeri pinggang
    • Disuria

    Pielonefritis kronik mungkin memperlihatkan gambaran mirip dengan pielonefritis akut, tetapi dapat juga menimbulkan hipertensi dan akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal.

    Urinalisis

    • Leukosuria atau piuria terdapat > 5 /lpb sedimen air kemih    
    • Hematuria 5 – 10 eritrosit/lpb sedimen air kemih.
    • Proteinuria (1,5-2 g/ 24jam)

    Bakteriologis

    • Mikroskopis    : satu bakteri lapangan pandang minyak emersi.
    • Biakan bakteri    : ±102 – 103 organisme koliform/mL urin plus piuria.
    • Tes kimiawi    : tes reduksi griess nitrate berupa perubahan warna pada uji     carik.

     

  • Glomerulonefritis akut

    Glomerulonefritis merupakan penyakit peradangan ginjal bilateral. Peradangan dimulai dalam glomerulus dan bermanifestasi sebagai proteinuria dan atau hematuria. Meskipun lesi utama pada gromelurus, tetapi seluruh nefron pada akhirnya akan mengalami kerusakan, sehingga terjadi gagal ginjal. Glomerulonefritis akut juga disebut dengan glomerulonefritis akut post sterptokokus  (GNAPS) adalah suatu proses radang non-supuratif yang mengenai glomeruli, sebagai akibat infeksi kuman streptokokus beta hemolitikus grup A, tipe nefritogenik di tempat lain. Glomerulonefritis akut paling lazim terjadi pada anak-anak 3 sampai 7 tahun meskipun orang dewasa muda dan remaja dapat juga terserang , perbandingan penyakit ini pada pria dan wanita 2:1.

     

    Sebenarnya bukan sterptokokus yang menyebabkan kerusakan pada ginjal. Diduga terdapat suatu antibodi yang ditujukan terhadap suatu antigen khusus yang merupakan unsur membran plasma sterptokokal spesifik. Terbentuk kompleks antigen-antibodi didalam darah dan bersirkulasi kedalam glomerulus tempat kompleks tersebut secara mekanis terperangkap dalam membran basalis.selanjutnya komplomen akan terfiksasi mengakibatkan lesi dan peradangan yang menarik leukosit polimorfonuklear (PMN) dan trombosit menuju tempat lesi. Fagositosis dan pelepasan enzim lisosom juga merusak endothel dan membran basalis glomerulus (IGBM). Sebagai respon terhadap lesi yang terjadi, timbul proliferasi sel-sel endotel yang diikuti sel-sel mesangium dan selanjutnya sel-sel epitel. Semakin meningkatnya kebocoran kapiler gromelurus menyebabkan protein dan sel darah merah dapat keluar ke dalam urine yang sedang dibentuk oleh ginjal, mengakibatkan proteinuria dan hematuria

     

    Menurut penelitian yang dilakukan penyebab infeksi pada glomerulus akibat dari reaksi hipersensivitas tipe III. Kompleks imun (antigen-antibodi yang timbul dari infeksi) mengendap di membran basalis glomerulus. Aktivasi komplemen yang menyebabkan destruksi pada membran basalis glomerulus. Hipotesis lain yang sering disebut adalah neuraminidase yang dihasilkan oleh Streptokokus, merubah IgG menjadi autoantigenic. Akibatnya, terbentuk autoantibodi terhadap IgG yang telah berubah tersebut. Selanjutnya terbentuk komplek imun dalam sirkulasi darah yang kemudian mengendap di ginjal.

     

    Gambaran klinis dapat bermacam-macam. Kerusakan pada rumbai kapiler gromelurus mengakibatkan hematuria dan albuminuria, seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. Urine mungkin tampak kemerah-merahan atau seperti kopi Kadang-kadang disertai edema ringan yang terbatas di sekitar mata atau di seluruh tubuh. Umumnya edema berat terdapat pada oliguria dan bila ada gagal jantung. Edema yang terjadi berhubungan dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG/GFR) yang mengakibatkan ekskresi air, natrium, zat-zat nitrogen mungkin berkurang, sehingga terjadi edema dan azotemia. Peningkatan aldosteron dapat juga berperan pada retensi air dan natrium. Dipagi hari sering terjadi edema pada wajah terutama edema periorbita, meskipun edema paling nyata dibagian anggota. GFR biasanya menurun (meskipun aliran plasma ginja biasanya normal) akibatnya, ekskresi air, natrium, zat-zat nitrogen mungkin berkurang, sehingga terjadi edema dan azotemia.

    Pada pemeriksaan laboratorium dapat ditemukan:

    • Hematuria makroskopik
    • Proteinuria (0,2-3 g/dl)
    • Oliguria
    • Ada silinder eritrosit, silinder hialin, silinder berbutir
    • Kadar urea darah menigkat dan akan kembali normal bila penyakit membaik
    • ASTO (+) membuktikan penyebab penyakit adalah bakteri kelompok streptokokus.

     

  • Ureterolithiasis

    Obstruksi saluran kemih adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan dari output urine akibat adanya benda asing yang menghalangi aliran di saluran kemih.7,8

    • Batu ginjal terutama yang kecil, bisa tidak menimbulkan gejala.
    • Batu di dalam kandung kemih bisa menyebabkan nyeri di perut bagian bawah. Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-timbul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang yang menjalar ke perut, inguinal, testikel atau labia.
    • Mual dan muntah
    • Demam
    • Darah di dalam urine (hematuria) baik secara makroskopik (<25%) maupun secara mikroskopik (75%)
    • Penderita mungkin sering diuresis dan mengalami disuria, terutama ketika batu melewati ureter dan sampai di vesikouretero junction.
    • Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran urine, bakteri akan terperangkap di dalam urine yang terkumpul diatas penyumbatan, sehingga terjadilah infeksi.
    • Jika penyumbatan ini berlangsung lama, urine akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, menyebabkan penekanan yang akan menyebabkan hidronefrosis dan pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

    Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk:

    • Mencari kelainan kemih yang dapat menunjang adanya batu di saluran kemih
    • Menentukan fungsi ginjal
    • Menentukan penyebab batu.

    Dari hasil pemeriksaan laboratorium hasil yang didapatkan adalah:

    • Analisa darah : terjadi peningkatan serum kreatinin dan ureum.
    • Hematuria
    • Leukositosis
    • pH urin menurun atau pH urin meningkat
    • Kristal dan zat-zat organic yang meningkat dalam urine
    • Hasil pemeriksaan urinalisis lainnya dalam batas normal.