PENGUKURAN TUMBUH KEMBANG

  1. Pengukuran Pertumbuhan

    Antropometri

        Antropometri selama ini dikenal sebagai indikator sederhana dalam penilaian status gizi perorangan maupun masyarakat. Jenis antropometri yang digunakan adalah berat badab, tinggi badab/panjang badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, lingkar dada dan lapisan lemak bawah kulit

    Dalam penilaian untuk menentukan status gizi balita, antropometri disajikan dalam bentuk indeks yang dikaitkan dengan variabel lain. Indeks yang digunakan adalah indeks berat badan menurut tinggi badan.

    Klasifikasi berat badan menurut tinggi badan berdasarkan who menggunakan baku indks NCHS

    Dengan KMS

    Kartu Menuju Sehat untuk Balita (KMS-Balita) adalah alat yang sederhana dan murah, yang dapat digunakan untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan anak. Oleh karenanya KMS harus disimpan oleh ibu balita di rumah, dan harus selalu dibawa setiap kali mengunjungi posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk bidan dan dokter.

    KMS-Balita menjadi alat yang sangat bermanfaat bagi ibu dan keluarga untuk memantau tumbuh kembang anak, agar tidak terjadi kesalahan atau ketidakseimbangan pemberian makan pada anak.

    KMS-Balita juga dapat dipakai sebagai bahan penunjang bagi petugas kesehatan untuk menentukan jenis tindakan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan dan gizi anak untuk mempertahankan, meningkatkan atau memulihkan kesehatannya.

    KMS balita berisi catatan penting tentang pertumbuhan, perkembangan anak, imunisasi, penanggulangan diare, pemberian kapsul vitamin A, kondisi kesehatan anak, pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI, pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas/RS.

    KMS balita juga berisi pesan-pesan penyuluhan kesehatan dan gizi bagi orang tua balita tentang kesehatan anaknya.

ANAK SEHAT BERTAMBAH UMUR BERTAMBAH BERAT

  1. Pengukuran Perkembangan

    Ada berbagai macam instrument tes seperti Denver-II screening test, Bayley Infant Neurodevelopmental
    Screener, Battelle Developmental Inventory, Early Language Milestone Scale, dan Brigance Screens melibatkan pemeriksaan langsung terhadap kemampuan anak. The CAT-CLAMS merupakan tes yang didesain khusus untuk dapat digunakan oleh ahli penyakit anak untuk menilai kemampuan kognitif dan bahasa dari anak. Instrument tes seperti the Temperament and Atypical Behavior Scale, Child Behavioral Checklist, The Carey Temperament Scales, Eyberg Child Behavior Inventory, Pediatric Symptom Checklist, and Family Psychosocial Screening, dapat membantu dalam mendeteksi masalah tingkah laku. Instrument skrining spesifik seperti the Checklist for Autism
    in Toddlers (CHAT), dapat membantu ahli penyakit anak untuk diagnostik, tetapi dapat terjadi kesalahan karena mempunyai sensitifitas yang rendah dan spesifitas yang tinggi.

    Menurut DDST

        DDST adalah salah satu dari metode skrining terhadap kelainan perkembangan anak. Tes ini bukanlah merupakan tes untuk diagnosa atau tes IQ. DDST memenuhi semua persyaratan yang diperlukan untuk metode skining yang baik. Tes ini dapat dilakukan dengan cepat ( sekitar 15-20 menit ) dan menunjukkan validitas yang tinggi.

        Dalam DDST semua tugas perkembangan disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang meliputi

    1.Personal sosial

    Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya

    2. Gerakan motor halus

    Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot –otot kecil dan memerlukan koordinasi yang cermat.

    3. Bahasa

    Yaitu kemampuan untuk memberikan respon terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan

    4. gerakan motor kasar

    Yaitu aspek yang berhubungan dengan sikap tubuh.

    Untuk menentukan perkembangan berdasarkan DDST maka hasil tes diklasifikasikan dalam

  • Abnormal
    • Bila terdapat 2 atau lebih keterlambatan pada 2 sektor atau lebih
    • Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan ditambah dengan 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan
    • Pada sektor yang sama tersebu tidak ada yang lulus
  • Meragukan
    • Bila pada 1 sektor terdapat 2 keterlambatan
  • Tidak dapat dites
    • Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi meragukan
  • Normal
    • Semua yang tak tercantum dalam kriteria tersebut diatas