INFEKSI SALURAN KENCING (ISK) PADA ANAK

  • Penatalaksanaan
    • Pengobatan secara umum, yaitu terhadap panas, muntah, dehidrasi, dan lain lain. Disamping itu anak dianjurkan untuk banyak minum, dan jangan membiasakan kencing.

      Pengobatan simptomatik terhadap keluhan sakit kencing dapat diberikan fenazipiridin (pyridium) 7-10mg/kgBB/hari. Disamping itu perlu juga mencari atau mengurangi atau menghilangkan faktor predisposisi seperti obstipasi, alergi, investasi cacing, dan memperhatikan kebersihan perineum meskipun usaha-usaha ini kadang-kadang tidak selalu berhasil.

    • Pengobatan khusus
      • Pengobatan infeksi akut

        Pengobatan yang segera dan adekuat pada fase akut dapat mencegah atau mengirangi timbulnya pielonefritis kronis. Pada keadaan berat atau panas tinggi dan keadaan umum lemah, pengobatan segera dilakukan tanpa menunggu hasil biakan urin dan uji resistensi kuman. Pada infeksi akut yang simpleks diberikan aantibiotik/kemoterapi oral. Yang sering dipakai sebagai pilihan utama adalah ampisilin, kotrimoksazol, sulfisoksazol, asam nalidiksat, dan nitrofurantoin. Sebagai pilihan kedua adalah golongan aminoglikosid, sefaleksin, doksisiklin. Pengobatan diberikan selama 7 hari.

      • Pengobatan dan pencegahan infeksi berulang

        Dari 30-50% pasien ISK didapati infeksi berulang dan 50% diantaranya tanpa gejala. Oleh karena itu perlu dilakukan biakan ulang pada minggu pertama setelah pengobatan fase akut, 1 bulan kemudian, 3 bulan, dan seterusnya tiap 3 bulan selama 2 tahun.

        Setiap infeksi berulang harus diobati seperti pengobatan pada fase akut.

        Bila reinfeksi terjadi 2 kali, maka pengobatan dilanjutkan dengan pengobatan profilaksis, dengan obat-obatan antiseptis urin (nitrofurantoin, kotrimoksazole, sefaleksin, metenamin mandelat). Pada umumnya deiberikan ¼ dosis normal, 1 kali sehari pada malam hari selama 3 bulan. Bila ISK disertai kelainan anatomis (complicated urinary infection), maka hasil pengobatan kurang memuaskan. Profilaksis dilakukan selama 6 bulan dan bila perlu sampai 2 tahun.

      • Koreksi pembedahan

        Bila pada pemeriksaan radiologis ditemukan obstruksi maka perlu dilakukan koreksi bedah. Pada keadaan pionefrosis atau pielonefritis atrofik kronik tindakan nefroktomi kadang perlu dilakukan.

     

  • Komplikasi

    Infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyakit yang sering ditemukan pada anak, di samping infeksi saluran cerna. ISK merupakan penyakit penting pada anak, karena menyebabkan gejala tidak menyenangkan pada anak. Bila tidak ditanggulangi secara serius, ISK dapat menyebabkan komplikasi berupa batu saluran kemih, hipertensi, ataupun gagal ginjal yang memerlukan hemodialisis atau transplanstasi ginjal. Karena itu, perlu mengenal ISK sedini mungkin agar dapat ditata laksana dengan adekuat untuk menghindari akibat yang lebih buruk.

     

     

  • Pencegahan

    Pencegahan ISK sulit, namun pengetahuan kesehatan yang sesuai bisa membantu. Anak perempuan harus diajarkan untuk membersihkan sendiri dari depan ke belakang (begitu sebaliknya dari belakang ke depan) setelah buang air besar untuk memperkecil kesempatan bakteri memasuki saluran air kemih terbuka.

    Menghindari mandi bathtub dengan sabun gelembung terlalu sering, yang bisa mengiritasi kulit sekitar saluran air kemih yang terbuka baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan, bisa membantu mengurangi resiko UTI. Sunat pada anak laki-laki mengurangi resiko UTI selama bayi sekitar 10 kali, meskipun hal ini tidak jelas apakah hal ini bermanfaat bagi dirinya adalah sebuah alasan yang cukup untuk melakukan sunat. Buang air kecil teratur dan buang air besar teratur bisa mengurangi resiko infeksi saluran kencing.