1. Definisi Komunikasi

    Komunikasi merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia dalam kodratnya sebagai makhluk sosial. Komunikasi merupakan sarana terpenting dalam berinteraksi dengan individu lain. Oleh sebab itu sebaiknya kita memahami apa komunikasi itu.

    Definisi dari komunikasi dilihat dari etimologinya, berasal dari bahasa Latin, dari kata communis yang berarti sama. Yang dimaksud adalah sama dalam makna atau sama arti. Jadi suatu komunikasi terjadi jika terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan oleh komunikator dan diterima oleh komunikan.

    Definisi lain adalah tingkah laku verbal non verbal yang disampaikan oleh seseorang sebagai pemberi pesan kepada orang lainnya sebagai penerima pesan, denagn tujuan agar isi pesan dapat mempengaruhi tingkah lakuorang yang menerima pesan (De Vito Joseph, 2002).

  2. Proses Komunikasi

    Proses dari komunikasi dapat dibagi dalam tiga, yaitu:

    1. Komunikasi Searah

      Sender sebagai komunikator mengirimkan pesan/informasi namun tidak ada respon, atau umpan balik dari receiver sebagai komunikan.

      Contohnya adalah pidato yang disampaikan dalam suatu acara.

      Keuntungan dari komunikasi searah adalah jumlah komunikan tidak terbatas, lebih cepat, teratur dan sistematis, efisien. Sedangakan kerugian dari proses komunikasi ini adalah tidak adanya feed back, komunikan pasif, dan ketepatan dari sasaran kurang.

    2. Komunikasi Dua Arah

      Komunikan menyampaikan pesan atau informasi kemudian ada respon/ feed back dari komunikan.

      Keuntungannya adalah feed back segera diketahui, komunikan bersifat aktif, ketepatan sasaran lebih terjamin.

      Kerugiannya jumlah komunikan terbatas, waktu yang digunakan lebih lama, kurang efisien, tidak teratur ( perlu adanya moderator)

    3. Komunikasi Tiga Arah

      Merupakan komunikasi serial, dimana penyampaian pesan masih tradisional, dan menggunakan media yang sederhana. Misalnya penyampain pesan secara berantai, dari mulut ke mulut.

      Adapun yang menjadi kekurangannya adalahmemakan waktu, tidak efisien, berubahnya tujuan / arti dari pesan semula setelah sampai pada sasaran terakhir.

  3. Elemen Komunikasi
    1. Pengirim Pesan

      Adalah pihak yang membentuk, mengatur, dan mengirimkan pesan. Pihak ini yang berinisiatif atau mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi. Kebutuhan ini sangat variatif.

      Sebagai komunikator, dalam pengirimannya, pesan harus disampaikan dengan jelas sehingga mudah dipahami. Selain itu sender harus memiliki kredibilitas/ kepercayaan dari penerima pesan agar pesan yuang disamapaikan ini dapat diterima karena dapat dipercaya. Speaker pun harus berusaha mendapatkan feedback secara optimal agar proses komunikasi dapat berlangasung dengan baik untuk tahap selanjutnya.

    2. Penerima Pesan

      Adalah orang yang menerima, menguraikan dan menginterpretasikan pesan. Penerima pesan harus bisa menerima informasi yang diberikan mencakup penggunaan seluruh indera untuk dapat menangkap informasi yang disamapaikan. Saat memberikan feedback penerima pesan harus dilakukan dengan jelas sehingga proses komunikasi selanjutnya dapat dilakukan dengan baik dan benar.

    3. Pesan

      Merupakan isi     dari tindakan komunikasi antara komunikator dan komunikan. Merupakan seperangkat simbol baik verbal maupun non verbal yang mewakili perasaan, nilai, gagasan, tujuan, dan maksud dari komunikator.

      Secara verbal simbol itu dapat berupa objek gagasan, perasaan baik lisan maupun tulisan, dan secara non verbal dapat berupa body language, musik, dll.

      Pada saat berkomunikasi ada 3 unsur dari komunikator yang merupakan pesan/informasi :

      1. Body-language / non-verbal communication, ini mencakup 70% dari setiap kegiatan komunikasi.
      2. Nada, pada waktu berkomunikasi, mencakup 23%.
      3. Kata-kata, yang diucapkan selama berkomunikasi, mencakup 7%.

      “Biel & Bohlen” (1975), menyatakan proses penerimaan pesan yang bersifat “baru”, harus melalui 5 (lima) tahapan, yaitu:

      1. Awareness, komunikan menyadari pesan yang disamapaikan padanya
      2. Interest, mulai tertarik dengan pesan yang diterima dan mulai mencari informasi tambahan dari pesan yang telah disamapaikan padanya.
      3. Evaluation, melakukan penilaian dari pesan tersebut dengan membandingkan dengan pesan-pesan lain yang pernah diterima.
      4. Trial, Uji coba, menimbang untung-rugi dari pesan yang diterima dengan mulai melaksanakan pesan tersebut.
      5. Adoption, menerima pesan tersebut dalam perilaku sehari-hari.
    4. Media

      Saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan/berita dari komunikator kepada komunikan. Media selalu merujuk pada bentuk dari pesan yang disampaikan, apakah verbal atau non verbal.

      Pada dasarnya manusia memiliki dua saluran untuk berkomunikasi yaitu cahaya dan suara.

    5. Hambatan

       

    6. Konteks
    7. Effect