Contoh Falasi – Falasi dalam Bidang Kesehatan

 

 

Falasi Relevan

  1. Serangan pribadi (ad hominem)

    Ada dua orang dokter yang tergabung satu tim dokter untuk menangani seorang anak dalam 1 proses operasi. Sebelum operasi dokter Z mengajukan 1 pendapat tetapi dokter X membantah karena ia tidak suka pada dokter Z yang selalu ingin menang sendiri dan mengutamakan keinginannya.

  2. Menyerang motif

    Seorang dokter menangani seorang pasien yang mengalami pendarahan hebat di kepalanya kemudian ia meminta keluarga korban untuk mencari donor darah sebanyak 10 kantong. Namun ternyata ia meminta sebanyak itu agar sisanya dapat disimpan ubtuk keperluannya yang lain sehingga jika ada korban yang memerlukan darah yang sama, ia dapat menjual kepada orang yang memerlukan nya.

  3. Lihat Siapa yang Bicara (tu quoque)

    Dokter Ahli Bedah Tulang menolak usul salah seorang dokter umum saat mereka sedang mendiskusikan suatu kasus, pemisahan bayi kembar siam sebelum operasi dilaksanakan, karena ia tahu dengan pasti bahwa dokter umum itu adalah dokter yang pernah melakukan kesalahan dalam tim operasi sejenis yang gagal pada saat operasi seorang anak yang mengalami patah tulang.

  4. Dua Kesalahan Membuat Suatu Tindakan Benar

    Dalam lingkungan Rumah Sakit, ada seseorang yang mempunyai hubungan khusus dengan seorang dokter senior yang juga memiliki salah satu kewenangan disana, sehinga ketika ia mendapat perlakuan khusus dengan hanya membayar setengah harga dari biaya seharusnya padahal itu diluar kewenangan seorang dokter.

  5. Seruan Memaksa (argumentum ad baculum)

    Tasya meminta kepada seorang dokter agar diberikan waktu lebih lama ketika memeriksanya karena ia ingin berlama – lama dengan si dokter padahal waktu memriksa seorang dokter hanya 10 – 15 menit..

  6. Minta Pengasihan (Argumentum ad Misecordian)

    Seorang dokter PTT melakukan kesalahan dalam administrasinya untuk penempatanya ke suatu daerah sehingga ia ditunda keberangkatannya. Kemudian ia membujuk Kepala Dinas Kesehatan Propivinsi agar ia tetap dipindahkan tepat pada waktunya.

  7. Argumen Numpang Beken (Bandwagon Argument)

    Seorang mahasiswa KOAS meminta pada dokter yang membinanya agar disertakan dalam sebuah seminar kedokteran terkenal yang hanya diikuti dengan dokter – dokter senior dan profesor – profesor ternama. Ia ingin mengikutinya karena ia ingin dikenal sebagai seorang dokter muda yang terkenal.

  8. Manusia Pengelabu

    Kegiatan facial dalam 1 bulan 2 kali dapat menggangu pertumbuhan kulit sehingga dianjurkan agar itu dilakukan 3 bulan 1 kali. Tetapi bagi para ahli kecantikan dan mereka yang memiliki klinik kecantikan menentang hal tersebut karena mereka menganggap itu hanya merusak citra mereka.

  9. Ikan Haring Merah

    Beredar isu bahwa virgin coconut oil tidak membawa khasiat apa-apa bagi tubuh dan semata layaknya minyak kelapa biasa dan mengandung kadar kolesterol tinggi. Akhirnya para pakar yang menemukan minyak ini mengadakan suatu konferensi untuk meluruskan kesalahpahaman ini.

  10. Argumen Demi Rakyat (Argumentum ad populum)

    Dalam usahanya untuk memasyarakatkan hidup bersih yang membawa kebahgiaan dalam sebuah lingkungan, Kepala Dinas Kesehatan mempropaganda sebuah sekolah dasar untuk menjadi contoh sekolah sehat agar masyarakat menjalankan program ini setelah melihat perubahan pada lingkungan sekolah yang sehat itu.

  11. Non Causa Pro Causa

    Ada seorang anak yang dimasukan ke rumah sakit X karena ia mengalami pendarahan hebat pada kepalanya. Kemudian dokter meminta keluarganya untuk mencari darah dan dokter menganjurkannya agar ia dioperasi dengan memberikan suatu surat persetujuan operasi tetapi tidak disetujui keluarganya. Beberapa hari kemudian pasien itu meninggal dunia. Keluarganya menuduh bahwa dokter tersebut melakukan kesalahan dalam perawatan si pasien.

  12. Kesesatan Aksidensi

    Seorang ibu memberikan anaknya makanan dengan protein tinggi karena ia membaca bahwa protein sangat baik buat anak, namun ternyata anaknya menderita alergi, sehingga saat mengkonsumsi telur puyuh, yang kadar proteinnya setara protein seekor ayam, anak itu menderita bisul dan bengkak – bengkak .

  13. Kesesatan Komposisi dan Divisi

    Banyak lulusan dokter yang tidak berpengalaman dalam melakukan praktek lapangan, sehingga mereka selalu minta tolong pada suster atau meminta bantuan dokter senior. Jadi masyarakat memandang dokter sekarang ini cuma menang gelar saja dan tidak mampu bertindak langsung di depan pasien.

  14. Petitio Prinsipi

    Seorang dokter pastilah kaya, kerena mereka mengejar “balik modal”.

  15. Kesatuan Pertanyaan Kompleks

    Mengapa dokter yang tampan itu terlihat lemah dan lesu?

  16. Argumentum ad Ignoratium

    Tidak ada penderita cacat fisik di kalangan mereka yang berprofesi dokter.

  17. Argumentum ad Verecundiam atau Argumentum ad Auctoritatis

    Paremedik di suatu desa terpencil menyetujui usul dokter yang bertugas dengan mereka karena dokter itu memilki wibawa dan charisma yang membuat mereka yakin bahwa usul dokter ini pasti baik.

  18. Ekuivokasi

     

Falasi Tidak Cukup Fakta

  1. Seruan Tidak Sesuai dengan Kewenangan

    Dokter Spesialis Kulit mengatakan bahwa tidak mungkin bagi seorang ibu untuk mempertahankan janinnya yang tumbuh dalam keadaan sungsang, padahal yang paling berhak mengatakannya adalah seorang dokter ahli kebidanan.

  2. Seruan Mengabaikan

    Seorang dokter ahli jiwa mengatakan bahwa seorang pasiennya telah mendapat penglihatan akan masa depan.

  3. Alternatif Salah
    Di suatu kecamatan yang tergolong daerah terpencil, tidak memiliki seorang pun dokter spesialis. Jadi yan melakukan tindakan oerasi pada tulang adalah dokter umum, bukan dokter ortopedi.
  4. Pertanyaan Ditunggangi.

     

  5. Penyebab Dapat Dipertanyakan

    Hadi menderita hepatitis C karena pacarnya penderita Hepatitis C.

  6. Generalisasi Terburu-buru

    Dokter umum tidak dibutuhkan lagi di kota besar karena setiap pasien pergi ke dokter ahli, karena beberapa praktek dokter umum “sepi”. Padahal dokter umum masih dibutuhkan.

  7. Air Kotor Licin

    Persepsi masyarakat bahwa bila sakit, langsung ke dokter spesialis yang ersangkutan, apabila dibawa ke dokter umum bisa-bisa salah diagnosa.

  8. Analogi Lemah.

    “Bila Hepatitis saja tidak dapat disembuhkan, apalagi AIDS?”, kata seorang mahasiswa kedokteran.

  9. Tidak Konsisten