SKENARIO

OS Tuan B, 60 tahun, datang dengan keluhan benjolan pada perut kiri dan rasa cepat lelah. Pasien juga mengeluh bertambah kurus sejak 3 bulan terakhir.

Pemeriksaan fisik:

Tanda vital : TD 120/80 mmHg, suhu : 37°C, denyut nadi 84 kali/menit, muka pucat, CA +/+, SL -/-

Pemeriksaan Abdomen: pembesaran limpa (S4-S5)

Pemeriksaan laboratorium: Hb 8mg/dL, leukosit 16.000/uL, trombosit 100.000/uL, LED 60 mm/jam.

CARA DIAGNOSIS

  1. Anamnesis

    Rangkaian pertanyaan yang perlu diajukan:

  • Keluhan utama

    Sesuai dengan skenario, OS Tuan B, mengeluhkan adanya benjolan pada perut kiri dan rasa cepat lelah.

  • Riwayat keluhan utama, keluahan utama yang disamapaikan perlu diperjelas informasinya, sebaiknya pemeriksa mengajukan beberapa pertanyaan tambahan mengenai keluhan utama.
    • Benjolan pada perut
      • Dimana letak benjolan?
      • Bagaimana benjolan mulai diperhatikan (timbul tiba-tiba, nyeri, gatal, berdarah, dll)?
      • Apakah membesar?
      • Apakah ada gejala lokal.?
      • Adakah gejala lain (penurunan berat badan, malaise, perubahan kebiasaan buang air besar)?
    • Rasa cepat lelah
      • Apakah merasa lelah sepanjang waktu? Apakah lelah yang dimaksud adalah tidak bisa berolahraga?
      • Kapan pertama kali timbul gejala?
      • Adakah sesak nafas?
      • Adakah tanda-tanda anemia, hipotiroidisme, keganasan yang mendasari, dll.
  • Keluhan lain yang menyertai keluhan utama

    Tn. B mengeluhkan adanya penurunan berat badan dalam 3 bulan, pemeriksa perlu melengkapi informasi dengan mengajukan pertnayaan mengenai berapa kilogram berat badan yang hilang, perubahan selera makan, tanda malabsorbsi, tanda depresi, dll.

  • Riwayat penyakit dahulu
    • Penyakit yang sedang diderita
    • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi
    • Alergi
  • Riwayat penyakit keluarga

     

  1. Pemeriksaan fisik

    Pemeriksaan fisik yang harus dilakukan untuk melengkapi data untuk menegakkan diagnosis adalah:

  • Penimbangan berat badan
  • Mencari apakah ada tanda anemia, ikterus, limfadenopati
  • Adakah tanda-tanda keganasan
  • Mencari letak benjolan, jelaskan lokasi dengan akurat.
  • Apakah benjolan berhubungan dengan organ tertentu.
  • Tentukan ukuran benjolan, multiple atau soliter, konsistensi benjolan, apakah ada perubahan suhu, dll.

Pada skenario telah dijelaskan adanya splenomegali, jika terjadi splenomegali , penting untuk memeriksa hepar, apakah terjadi pembesaran hepar juga atau tidak. Apakah ada tanda pembesaran kelenjar getah bening, petekie, adakah tanda hipertensi porta, dll.

 

  1. Pemeriksaan penunjang
    1. Pemeriksaan Lab

      Selain pemeriksaan kuantitas sel-sel darah, perlu dilakukan hitung jenis leukosit.

      Pada kasus yang diduga merupakan keganasan, maka harus dilakukan pemeriksaan histopatologi melalui biopsi.

      Jika ada dugaan kelainan genetic, maka perlu dilakukan analisis kromosomal.

    2. Pemeriksaan Radiologi

      Pada skenario diperoleh informasi adanya splenomegali, maka pemeriksaan radiologi yang perlu dilakukan untuk meniali pembesaran ini adalah USG abdomen, CT-scan, maupun MRI.

      Namun untuk pasien geriatric seperti Tn. B sebaiknya dilakukan USG sebagai langkah awal untuk menganalisis pembesaran limpa karena prosedur USG bersifat non invasive.

       

  2. Diagnosis kerja: Suspek Leukemia Limfositik Kronik (LLK)

    Adalah suatu keganasan hematologik yang ditandai oleh proliferasi klonal dan penumpukan limfosit B neoplastik dalam darah, sumsum tulang, limfonodi, limpa, hati, dan orhan-organ lain. LLK ini masuk dalam kelainan limfoproliferatif.

    Tanda-tandanya meliputi limfositosis, limfadenopati dan splenomegali. Kebanyakan LLK ( 95%) adalah neoplasma sel B, sisanya neoplasma sel T.