TEKNIK DIAGNOSA DAN PERJALANAN PENYAKIT VERTIGO PERIFER

Dalam dunia kedokteran, untuk mendiagnosa suatu penyakit, harualah melalui tahap- tahap sebagai berikut :


1. ANAMNESIS 

Anamnesis adalah suatu metode wawancara yang di lakukan oleh seorang dokter untuk memperoleh informasi secara detail mengenai riwayat openyakit pasien sekarang, riwayat penyakit dahulu, riwayat openyakit keluarga dan keluhan penyerta lainnya,


Anannesis ada dua metode yang di gunakan, yaitu baik secara allo-anamnesis dan secara auto- anamnesis. Allo- anamnesis di lakukan bukan pada pasienya langsung, tetapi pada orang atau keluarga dekatnya yang mengantar pasien tersebut ke dokter, hal ini bisa terjadi misalnya pada pasien yang masih bayi, atau pasien kegawat daruratan yang tidak sadarkan diri sehingga tidak dapat berkomunikasi secara langsung dengan dokter. Teknik kedua secara auto Anamnesis, dimana pertanyaan pertanyaan yang berhubungan dengan keluhan pasien, di tanyaklan langsung kepada pasien, hal ini di lakukan khususnya pada pasien yang dapat berkomuniokasi secara langsung dengan dokter pemeriksanya.


Perlu di perhatikan bagi seorang dokter maupun bagi seorang pasien, bahwa metode anamnesis ini, merupakan salah satu metode terpenting dalam menegakan diagnosa suatu penyakit, sebab hampir sekitar 90% penegakan diagnosis berasal dari anamnesis, oleh karena itu prtisipasi dari pasien juga sangat di harapkan, sebab metode ini membutuhkan wawancara dengan dokter pemeriksanya.

Untuk kasus ini, ada beberapa pertanyaan yang penting untuk ditanyakan kepada pasien. Antaranya adalah:

·         Menanyakan identitas dan data umum seperti nama, usia, pekerjaan, agama, suku

·         Menanyakan keadaan sosial dan ekonomi, gaya hidup dan kondisi lingkungan

·         Menanyakan adanya keluhan utama dan penyerta

·         Menanyakan apakah pasien telah melakukan pemeriksaan sebelumnya atau pengobatan sebelumnya, apa yang dilakukan untuk mengatasi keluahannya sebelum ke dokter

·         Menanyakan riwayat penyakit keluarga dan penyakit terdahulu.

 

Pada anamnesis ditemukan keluhan yang berupa berputarnya tubuh pasien atau keadaan sekeliling disertai mual dan muntah atau kadang tanpa mual munta. Perasaan tersebut dapat timbul spontan atau diperberat oleh perubahan posisi tubuh. Serangan dapat berlangsung konstan atau episodik selama beberapa menit atau jam. Pada beberapa kasus dapat ditemukan kehilangan pendengaran dan suara berdenging. Selanjutnya perlu pula ditelusuri riwayat utama kepala atau whisplash injury, gangguan penglihatan, kelemahan tubuh, kesulitan bicara, kesulitan berjalan dan penurunan kesadaran. Sehingga pertanyaan-pertanyaan yang perlu ditanyakan adalah dengan menanyakan gejala yang muncul seperti yang telah dibahas. Pertanyaan-pertanyaannya antara lain:

·         Bagaimana rasa pusing yang dirasakan? Apakah rasanya berdenyut, berputar atau seperti ditusuk-tusuk?

·         Berapa lama satu serangan umumnya dirasakan? (durasi)

·         Berapa kali serangan dapat berlangsung?

·         Bagaimana intensitas sakit yang dirasakan? 

·         Sejak kapan keluhan mulai dirasakan?

·         Faktor apa yang memperberat keluhan?

·         Apakah pasien pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya?

·         Apakah pasien pernah mengalami muntah atau mual dikarenakan rasa pusingnya?

·         Apakah pasien pernah mengalami demam, sakit pada telinga atau trauma maupun penbedahan sebelumnnya?

·         Apakah ada gangguan berjalan atau keseimbangan disebabkan rasa pusingnya?

·         Apakah ada keluhan pendengaran yang berdengung atau terganggu?

·         Apakah ada keluhan lainnya?

            Pertanyaan-pertanyaan ini perlu ditanyakan agar dapat memastikan penderita menderita vertigo dengan latar belakang atau penyebab tertentu sehingga pemeriksaan yang dilakukan dapat tepat membantu mendiagnosis penyakit.

 

2. PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan fisik diarahkan pada kemungkinan  penyebab sistemik; tekanan darah diukur dalam posisi berbaring, duduk dan berdiri; bising karotis, irama (denyut jantung) dan pulsasi nadi perifer juga perlu diperiksa.

 

Pemeriksaan fisik umum, meliputi : 

-Pemeriksaan kesadaran

·         -Tekanan darah

·         -Denyut jantung

–    -Suhu tubuh 

p    -Pemeriksaan frekuensi nadi dan pernapasan

 

Pemeriksaan Neurologis

Pemeriksaan neurologis dilakukan dengan perhatian khusus pada:

1. Fungsi vestibuler/serebelera.

a.  Uji Romberg

Penderita berdiri dengan kedua kaki dirapatkan, mula-mula dengan kedua mata terbuka kemudian tertutup. Biarkan pada posisi demikian selama 20-30 detik. Harus dipastikan bahwa penderita tidak dapat menentukan posisinya (misalnya dengan bantuan titik cahaya atau suara tertentu). Pada kelainan vestibuler hanya pada mata tertutup badan penderita akan bergoyang menjauhi garis tengah kemudian kembali lagi, pada mata terbuka badan penderita tetap tegak. Sedangkan pada kelainan serebeler badan penderita akan bergoyang baik pada mata terbuka maupun pada mata tertutup.

 

b. Tandem Gait

Penderita berjalan lurus dengan tumit kaki kiri/kanan diletakkan pada ujung jari kaki kanan/kiri ganti berganti. Pada kelainan vestibuler perjalanannya akan menyimpang, dan pada kelainan serebeler, penderita akan cenderung jatuh.

 

c. Uji Unterberger

Berdiri dengan kedua lengan lurus horisontal ke depan dan jalan di tempat dengan mengangkat lutut setinggi mungkin selama satu menit. Pada kelainan vestibuler posisi penderita akan menyimpang/berputar ke arah lesi dengan gerakan seperti orang melempar cakram; kepala dan badan berputar ke arah lesi, kedua lengan bergerak ke arah lesi dengan lengan pada sisi lesi turun dan yang lainnya naik. Keadaan ini disertai nistagmus dengan fase lambat ke arah lesi.

UNTUK KELANJUTANNYA DAPAT DI BACA DISINI