Nutrisi merupakan modal penting bagi otak anak. Berdasarkan bukti ilmiah yang dipaparkan Nicola Graimes, konsultan gizi sekaligus penulis buku Brain Foods for Kids, kemampuan otak anak dapat ditingkatkan dengan nutrisi khusus. Menurutnya, orangtua dapat membantu meningkatkan kecerdasan bawaan anak melalui makanan.

Seiring bertambahnya usia, aktivitas anak pun kian meningkat. Untuk itu, diperlukan makanan yang mencukupi kebutuhan nutrisi otaknya. Variasi dan keseimbangan jumlah merupakan kunci utama, karena bila kekurangan jenis nutrisi tertentu dapat mengakibatkan gangguan pada performa otak anak. Tidak ada nutrisi yang berdiri sendiri. Setiap nutrisi merupakan bagian dari kesatuan pola makan yang seimbang. Nutrisi yang lengkap dan seimbang menjadi penggerak sistem kerja otak. Meski otak memiliki bobot hanya 2 persen dari total berat tubuh, namun otak memerlukan 30 persen dari total pasokan energi dalam tubuh. Untuk itu, orangtua perlu memperhatikan asupan nutrisi yang seimbang dalam meningkatkan tumbuh kembang anak khususnya perkembangan otaknya.
Saat bayi baru lahir, keseimbangan asupan nutrisi bisa terpenuhi oleh ASI. ASI mengandung zat gizi dalam jumlah dan kompisisi yang tepat untuk bayi. ASI sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak dan sistem saraf pusat anak karena mengandung asam lemak penting termasuk Omega-3 dan 6. Keduanya telah terbukti positif mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak. Bahkan dapat membantu meningkatkan kecerdasan jangka panjang.

Meski tidak sebaik ASI, ibu tetap boleh memberikan susu formula, karena beberapa susu formula dibuat dengan mengikuti komposisi ASI. Beberapa komponen nutrisi pada susu formula diekstrak dari tumbuh-tumbuhan yang diolah hingga menyerupai komponen yang terdapat pada tubuh manusia. Bahkan diperkaya juga dengan asam lemak esensial yang berpengaruh meningkatkan memori dan IQ. Namun zat tersebut tak mudah diserap tubuh, sebagaimana terdapat dalam ASI. “Komponen nutrisi yang diekstrak melalui tumbuhan dan manusia tentu tidak sama sehingga mempengaruhi penyerapannya,” ujar Sri.
Selain jenis sumber nutrisi, orangtua juga perlu memperhatikan jumlah atau komposisi nutrisi dalam menu keseharian anak.

Ketidaklengkapan nutrisi, dapat menyebabkan anak mengalami kekurangan zat gizi tertentu yang akan berdampak pada perkembangan otaknya.
Sedangkan kelebihan zat tertentu, seperti kelebihan AA dan DHA, sangat kecil kemungkinannya akan menimbulkan kecacatan otak. Apalagi jika anak mendapatkan gizi tersebut dari sumber makanan alami, bukan suplemen. Jika metabolisme tubuh anak berfungsi baik, maka anak hanya akan menyerap nutrisi yang dibutuhkan tubuh, sisanya akan dibuang.

UNTUK KELANJUTANNYA DAPAT DI BACA DISINI