Leucocytozoonosis

 

Leucocytozoonosis adalah penyakit yang tergolong kedalam “malari like” yang disebabkan oleh parasit darah. Penyakit ini telah tersebar luas khususnya dibenua Asia termasuk Indonesia. Kerugian yang ditimbulkan oleh penyakit ini adalah kematian, penurunan sampai dengan penghentian produksi telur dan pertumbuhan terhambat.

PENYEBAB PENYAKIT

Leucocytozoonosis pada ayam disebabkan oleh L. caulery atau L. sabrozesy yang termasuk kedalam parasit internal (dalam tubuh).Pada anak ayam , leucocytozoonosis menyebabkan angka kesakitan sebesar 0-40%, pada ayam dewasa 7-40%. Angka kematian anak ayam 7-50%, pada ayam dewasa 2-60%.

GEJALA PENYAKIT

Penyakit terjadi tanpa gejala klinis atau disertai dengan gejala klinis . Gejala klinis yang dapat ditemukan adalah feses berwarna hijau, depresi, hilang nafsu makan, muntah darah,kelumpuhan yang diikuti kematian.Pada penyakit yang tidak menunjukkan gejala klinis ditandai dengan adanya penurunan produksi telur dan penurunanberat badan.
Perubahan bedah bangkai akan ditemukan bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan pada hampir seluruh organ tubuh 9 hati, paru-paru, limpa, timus, ginjal, pankreas, usus, proventriculus, bursa fabricius,otak dan otot dada,dan otot paha). Pada rongga perut dan saluaran pernafasan bagian mulut sering dijumpai adanya gumpalan darah.

PENULARAN PENYAKIT

Penularan terjadi secara horizontal dari ayam sakit ke ayam sehat dengan perantara gigitan lalat hitam dari jenis Culicoides atau nyamuk dari jenis Simulium (mrutu).

DIAGNOSA LABORATORIUM DAN DIAGNOSA BANDING

  • Penyakit ini sering dikelirukan dengan malaria unggas, infectios laryngontracheitis (ILT), Gumboro, kolera atau keracunan sulfa.
  • Peneguhan diagnosa leucocytozoonosis dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopis. Untuk identifikasi gametosis pemeriksaan dilakukan pada ulas darah, sedangkan untuk skizon pada histopatologis jaringan tubuh.

PENGENDALIAN PENYAKIT

Pencegahan :

  1. Melakukan sanitasi kandang ( kandnag dibersihkan,dicuci dan disemprot dengan Antisep, Formades atau Sporades), membatasi tamu, mencegah hewan liar dan hewan peliharaan lai masuk ke lingkungan kandang.
  2. Peralatan peternakan (tempat ransum, tempat minum, dll) dicuci sampai bersih. Rendam minimal 30 menit dalamMedisep 15 m/10 liter air, dilakukan 4 hari sekali. Majukan dan mundurkan jadwal desinfeksi jika harinya bertepatan dengan jadwal vaksinasi.
  3. Usaha peternakan dikelola dengan baik sehingga tercipta suasana nyaman bagi ayam ,jumlah dalam kandang tidak terlalu padat, litter jangan berdebu dan lembab. Ventilasi kandang cukup dan sedapat mungkin dilaksanalan sistem all in all out.
  4. Diusahakan tidak terlalu banyak lalat (culicoides) dan nyamuk (simulium). Semak-semak ataupun tempat-tempat yang menggenang harus dihindari. Air minum hendaknya rutin diganti setiap hari agar tidak dijadikan tempat berkembangbiaknya nyamuk.

Pengobatan:

Maladex, Antikoksi, Coxy, Duoko atau Erysuprim (pilih salah satu dan berikan sesuai aturan pakai). Berikan Vita Stress 4-5 hari setelah pemberian obat selesai

 

About these ads