Lombok Kecil

 

  1. Latar Belakang

    Lombok kecil dapat ditanam pada musim kering maupun musim hujan. Pada daerah tegalan/ lahan kering. Tanah yang dikehendaki ialah tanah gembur subur mengandung humus dan dan drainase yang baik dan dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah maupun dataran tinggi.

    Sejalan dengan kebutuhan akan lombok, baik untuk kebutuhan rumah tangga, dan industri makanan maka sangat menjanjikan peluang usaha bagi petani untuk mengembangkan usaha cabe secara budidaya dan beralokasi bisnis.

  2. Bercocok Tanam
    1. Penyediaan dan Pengolahan Tanah

      Pilihlah tanah yang gembur, subur dan mengandung humus, kemudian diolah dengan baik. Setelah pengolahan tanah selesai, lalu dibuatkan bedengan dengan ukuran panjang bedengan sesuai dengan keadaan tanah atau keinginan, sedangkan lebar bedengannya 120 cm, tinggi bedeng 20-30 cm, dan lebar got 30 cm.

      Pada setiap bedengan dibuatkan lubang penanamnya yang sekaligus merupakan jarak tanam yaitu 70×50 cm. selanjutnya lubang-lubang tersebut diisi dengan pupuk kandang ¼ – ½ kg yang sudah matang dan pupuk anorganik urea 10 gram, TSP 10 gram, kcl 10 gram. Kemudian bahan-bahan tersebut dicampur dan dibiarkan 1-2 hari. Setelah itu barulah bibit ditanam.

      Penanaman di musim hujan sebaiknya menggunakan drainase untuk mencegah genangan air pada tanaman. Dan bila tidak dibuatkan drainase maka akibatnya tanaman akan mengalami penyakit layu.

    2. Pembibitan

      Tanaman lombok dikembangbiakkan dengan biji. Biji-biji terdebut harus disemaikan terlebih dahulu pada bedengan atau kotak perdemaian yang telah disiapkan.

      Persemaian hendaknya dilakukan 1-2 bulan sebelum tanam. Pada saat bibit berumur 1 bulan tanaman sudah mulai bisa dipindahkan karena sudah mencapai tinggi 15 – 20 cm. selain itu tanaman punsudah kuat.

       

    3. Penanaman

      Sesudah bedengan serta lubang-lubang yang sudah terisi pupuk kandang dan anorganik siap, maka bibit siap ditanam dengan jarak tanam 70 – 50 cm atau 60 – 50 cm

    4. Pemeliharaan
      1. Penyiraman

        Sehabis bibit ditanam, hal yang harus dilakukan adalah pemeliharaan dengan cara disiram, apalagi bila pada musim panas. Penyiraman hendaknya dilakukan pada sore hari.

      2. Penyiangan

        Setiap 3 minggu sekali tanaman lombok harus disiangi atau bila rumput liar tumbuh maka secepatnya harus disiangi.

      3. Pemupukan

        Pemupukan susulan 1 dilakukan pada saat tanaman berumur 3 minggu dengan menggunakan pupuk urea dengan dosis per pohon 10 gram. Dan dilakukan dengan menggali pada sisi kiri kanan tanaman atau membuat larikan melingkar pada setiap pohon dengan jarak dari pohon 10 cm. setelah pupuk dibenam kemudian ditutup dengan tanah.

        Pemupukan susulan ke 2 dilakukan jika tanaman sudah berumur 30-40 hari setelah tanam, dengan dosis dan jenis pupuk serta cara pemupukan sama dengan pada pemupukan susulan 1.

      4. Pengendalian Hama Penyakit

        Untuk mencegah gagal panen akibat hama penyakit maka perlu dilakukan pencegahan melalui pengamatan secara baik. Apabila ditemukan gejalah hama dan penyakit maka segera lakukan pengendalian dengan penyemprotan dengan pestisida atau fungisida secara baik dan benar agar tidak merusak lingkungan.

      5. Panen

        Sesudah tanaman berumur 2 ½ bulan dipertanaman, buahnya sudah dapat dipanen untuk pertama kali. Pemungutan hasil dapat dilakukan selama 1-2 tahun, tergantung perawatan tanaman.

        Hasil produksi yang dicapai perpohon berkisar 1-2 kg.

About these ads